
Di Malaysia, hari-hari kita dengar tuduhan bahawa raja-raja Melayu, institusi kehakiman, polis, Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR), Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) dan banyak lagi jentera kerajaan menjadi alat perkakas Umno Barisan Nasional (BN). Saya tidak bertujuan hendak mengulas sama ada tuduhan itu benar atau salah. Rakyat ada akal. Mereka boleh menilai.
Berita di bawah amat menarik untuk dijadikan pengajaran.
Saya tak dan nak alih bahasa lagi. Tak larat dah. Tengah sibuk dok packing barang nak pindah - meninggalkan rumah yang sudah 17 tahun saya sewa ini - yang sarat dengan kenangan kepada anak saya, kekasih hati abah Muhammad Sadiq (2/1/94 - 4/12/10). Saya merayu kepada-Mu ya Allah, tolonglah temankan anak saya dengan limpahan keampunan dan kasih sayang-Mu yang berkekalan!
Bagi yang lebih selesa membaca di dalam Bahasa Melayu, kalau ada masa nanti, insya Allah saya akan alih bahasa berita AFP ini:
Berita di bawah amat menarik untuk dijadikan pengajaran.
Saya tak dan nak alih bahasa lagi. Tak larat dah. Tengah sibuk dok packing barang nak pindah - meninggalkan rumah yang sudah 17 tahun saya sewa ini - yang sarat dengan kenangan kepada anak saya, kekasih hati abah Muhammad Sadiq (2/1/94 - 4/12/10). Saya merayu kepada-Mu ya Allah, tolonglah temankan anak saya dengan limpahan keampunan dan kasih sayang-Mu yang berkekalan!
Bagi yang lebih selesa membaca di dalam Bahasa Melayu, kalau ada masa nanti, insya Allah saya akan alih bahasa berita AFP ini:
Egypt's police protest to restore honour
(SMH 14/2/11): Egyptian troops fired warning shots and scuffles broke out as policemen protested on Sunday to restore their reputation after they found themselves on the wrong side of the country's anti-regime revolt.
One policeman's teeth were smashed in during a clash with soldiers outside the interior ministry, where around 400 members of the force demanded pay rises and called for former interior minister Habib al-Adly to be executed.
Army troops had fired over the heads of the protesters, some of whom were in police uniform, as the crowd chanted at their former boss: "Habib, you know you will be executed in the public square!"
Advertisement: Story continues below
Egypt's police are broadly despised and seen as a brutal and corrupt force, while the military has been embraced by the protesters who forced president Hosni Mubarak out of office on Friday.
But the police protesting on Sunday insisted they had been ordered to deal harshly with the protests by Mubarak's security services, and argued that they were underpaid by their corrupt government masters.
"We are not traitors," they chanted. Rank-and-file officer Mustapha Abdulsader told AFP at the scene: "Our brothers were at the protests."
Outside the interior ministry the military brought in a tank and an armoured personnel carrier to reinforce their positions. Another police protest was held outside a police station in Cairo's Dokki district.
Another group of policemen, one bearing a bunch of flowers, tried to show solidarity with the remaining anti-regime protesters occupying Tahrir Square, but they were rebuffed amid scuffles and insults.
When the uprising to Mubarak's rule broke out last month police launched a harsh crackdown, then withdrew the force from the streets altogether, triggering looting and vigilantism.
State security forces arrested dissidents and journalists, and there were credible and widespread reports of torture.
When pro-government thugs launched a deadly attack on the protest on January 28, many detected the hand of police in plain clothes.
In all, around 300 people are thought to have been killed in the uprising.
Order was restored when the army took charge and police have been slow to return to the streets since Mubarak quit.
Those protesting on Sunday, however, insisted they were acting under orders and complained that they are underpaid by an officer class that itself enjoyed many perks under the former regime.
"I've worked in the police force for seven years and I make only 664 pounds ($A112) a month and I've got two kids - how can I support them," said Mohammed Ramadan.
"The senior officers get all sorts of perks. When they get sick there are special hospitals, but when we seek treatment they treat us like dogs."
Egypt's state prosecutor has banned former interior minister Habib al-Adly from travelling and frozen his assets, amid widespread complaints of graft and human rights abuses at his ministry.
The state news agency MENA said the asset freeze applied to Adly was linked to the transfer of about four million Egyptian pounds ($A673,180) from a private contractor to his personal account.
But rank-and-file police grievances are unlikely to win a sympathetic ear among the protesters who had to brave beatings, shootings and torture during their campaign to topple the Mubarak regime.










Cantik? Klik 






Salam, sahabat nak pindah ke mana pulak. kongsi-kongsikanlah suka-duka itu. Semoga dirahmati Allah selalu.
Wa 'alaikum salam
Terima kasih kerana prihatin, Ustaz. Taman Selasih, dekat Taman Melewar jugak. Mana boleh jauh dari "Parlimen" Restoran Thaqwa tu..
PAK BAKAQ, SIAPA PUN TUAN, TUAN JUGA PEJUANG YANG KAMI HORMATI. SEMOGA MENDAPAT LINDUNGAN ALLAH JUA DALAM SITUASI YANG PAYAH INI AMIN
begitu juga saya . walaupun pak bakaq tak kenal saya , walaupun pak bakaq khabarnya pernah jadi anak murid pak saya , saya pun mendoakan lindungan dan rahmat pada pak bakaq sekeluarga dan keampunan dan jannatu naim buat arwah anak pak bakaq , anyway your thoughts always fresh and seem nice to me . wasallam .
Anon 3
Saya biasanya siarkan komen semua orang, walau maki dan kafirkan saya. Tetapi, berat hati sungguh nak siarkan komen Tuan. Tapi, kalau tak siar, takut kecik hati pulak.
Tetapi, fakta yang sebenarnya dan Allah jua Yang Maha Menyaksikan ialah saya bukan pejuang. I'm just another person who likes blogging. Setakat tu saja.
Saya juga memohon perlindungan dari Allah dari melakukan perbuatan merendah diri tetapi sebenarnya memuji diri - maknanya memuji diri dengan merendah diri. Saya tidak merendah diri. Saya hanya sebut fakta sebenarnya yang Allah Maha Mengetahui perkara itu iaitu saya bukan pejuang.
Sedutan berita dari AFP yang diutarakan oleh Pak Bakaq ni memang baik dan beri satu pengajaran kepada pihak polis kita.Tentu ramai yang tahu dan faham Bahasa Inggeris terutama pembesar-pembesar polis.Agaknya zaman pra-Merdeka waktu mana ada anggota polis ambil gaji pakai cap jari,sebab tak tau menulis, dah tak ada lagi.Bila rakyat sudah bosan,naik marah dan hilang sabar,inilah akibatnya.Anggota polis,khusus dari bahagian SB wajar insaf dan faham,anda sekelian nampak garang,kuat dan gagah sebab disaat ini rakyat masih dapat membendung kemarahan.Begitu juga polis dari bahagian Cegah Rusuhan,kalian boleh pukul rakyat biasa macam pukul lembu sebab kalian pakai unifom.Kalian akan bersara dan kembali kedalam pangkuan masyarakat.Ditakuti kelak jenazah kelian tak siapa nak kendalikan,dan akan berulat, sebab masyarakat benci kepada kelian.Apabila keadaan macam diMesir berlaku,kalian akan jadi sasaran rakyat yang marah dan hilang sabar.Pemimpin-pemimpin politik yang anda akur, perintah mereka,akan lari keluar negeri.Tengok belum lagi apa-apa, Mahathir sudah salahkan polis tentang Operasi Lalang.Ikut arahan,berpada-padalah,sebab Allah beri anda sekelian otak untuk berfikir,layak sebagai seorang manusia.