
Salinan posting kepada blog Pak Sheih:
Salam
Ketika NST menyiarkan penjelasannya mengenai kartun yang diangap menghina Nabi Muhammad s.’a.w., yang saya anggap ditulis oleh Kalimullah, atau di hadapan matanya atau disemak oleh matanya (yang saya tak tau hatinya ke mana), saya yang loqlaq ini bertanya tentang konsep kebebasan bersuara yang depa perjuangkan dalam salah satu tulisan saya:
“Sama seperti Jyllands-Posten yang berlagak innocent di sebalik kubu kebebasan bersuara dan kebebasan media, NST juga meratib-ratibkan jargon basi yang sama apabila menyatakan, “We want to defend the freedom that we crave to report as freely as we can; and Kadir and Ooi have exploited this freedom to the fullest. Glory to them“. Sungguh memualkan!
“Selepas ini, kalau anak-anak mereka tiba-tiba menyuarakan perasaan mereka, “Papa, badan papa berbau macam babi!”, adakah Kalimullah dan Brendan akan tersenyum sampai ke telinga dan memuji-muji anak-anak mereka: “”Kamu betul-betul tahu apakah sebenarnya kebebasan bersuara!”
“Dengan muka tidak malu sedikitpun, mereka mengulangi jargon basi yang semakin dicurigai itu untuk dijadikan tembok perlindungan mereka. Kartun jahat itu dipertahankan atas nama kebebasan. Junjunglah dan makan tidurlah dengan kebebasan yang hanyir dan lendir seperti itu”.
Hari ini, mereka dah jawab.
Izinkan jugak, saya petik lagi dan lagi puisi ciptaan guru saya yang saya muliakan:
Dalam media massa dunia berganti nama
manusia menjadi berhala
derita menjadi berita
aurat menjadi kesenian
maksiat menjadi klangenan
hiburan menjadi kebijakan
fitnah menjadi penerangan
Tidak pernah ada agama
dengan ummat yang lebih fanatik
dari pengikut media massa
(’Media Massa’ oleh Dr Jalaluddin Rakhmat Jakarta, 18 September 1997)










Cantik? Klik 






Terima kasih.
Patah Sayap terbang Jua!
Sheih
Pekerjaan menarik beca di Kelantan di panggil 'Gatih'. Saya sudah linkkan blog ini di blogroll saya. maaf kerana tertinggal. Bukan di abaikan tetapi memang tertinggal.
Teruskan blog saudara. Teruskan perjuangan kita
Sheih.